Rabu, 06 November 2019

Tiada Arti

Edit Posted by with No comments


Mobil ini melaju, menuju tempat dimana kita pernah bermimpi untuk pergi bersama
Aku, kamu dan kawan-kawan kita membubungkan mimpi ke angkasa
Berharap bahwa usaha dan kerja keras kita akan mengantarkan kita pada satu kata "sukses"
Hingga kita tidak akan lagi menjadi bagian yang terabaikan dan terbuang

Namun nyatanya, mimpi itu hanyalah asa pada ketinggian
Tidak pernah berwujud nyata
Dan harapan-harapan kita harus kembali musnah
Kecuali kamu, yang pada akhirnya pergi sendiri kesana
Tanpa aku, juga kawan-kawan kita

Kala itu kamu ragu, merasa tidak enak untuk pergi
Kamu bilang harusnya aku yang pergi, karena aku begitu menginginkannya
Dan kamu pernah berpikir untuk mengundurkan diri dan urung pergi saja
Namun, aku meyakinkanmu bahwa aku baik-baik saja
Kepergianmu menuju tangga kesuksesan adalah bahagiaku yang tak akan pernah bisa tergantikan oleh apapun jua

Ketika kamu pergi, kutitipkan beribu do'a pada Tuhan agar Ia senantiasa menjagamu disana
Ketika kamu pergi, kutitipkan mimpiku yang tak terwujud itu kepadamu, agar lewat dirimu aku bisa merasakan wujud nyata dari mimpi itu meski hanya bayangan semu
Ketika kamu pergi, aku menaruh harap bahwa saat kamu kembali, kamu akan datang dengan senyum bahagia sembari berlari memelukku dan berbisik:
"Aku berada diposisi ini karenamu, terima kasih"

Namun nyatanya, sama dengan impian yang hanya sebatas angan-angan 
Ketika kamu kembali, kamu hanya bersikap seperti biasa
Bahkan ketika aku bertanya apakah kamu bahagia?
Kamu hanya menjawab : " biasa saja"

Ah, begitu susahnya membuat lelaki ini bahagia karenaku
Tak cukupkah usahaku selama ini untuk pembahagiaannya? 
Begitulah pikirku kala itu

Dari semua itu, akhirnya aku sadar bahwa tidak semua yang aku inginkan akan kudapatkan
Sama seperti impian itu yang harus kandas tanpa pernah berwujud kenyataan
Dari semua itu pula aku sadar, bahwa seberapa besar cintaku untuknya, tidak akan pernah sampai ke hatinya
Sama seperti segala usahaku demi pembahagiaannya, tak pernah memiliki arti apapun bagi dirinya

Jember, 31 Oktober 2019

#Tiadaarti
#Perjalanantoplantjember
#esp

Ujung Lelahku

Edit Posted by with No comments


"Kamu mencintainya?"
Aku tidak pernah punya jawaban atas pertanyaan itu

Jika setelah kepergianmu aku merasa ada yang hilang adalah cinta
Maka ya, aku mencintaimu
Jika setelah perpisahan kita dan aku masih terbayang-bayang wajahmu adalah cinta
Maka ya, aku mencintaimu

Jika setelah kita memutuskan untuk tidak pernah saling bertukar kabar dan aku mengenang kala kita dulu pernah begitu dekat adalah cinta
Maka ya, aku mencintaimu
Jika setelah berpisah denganmu dan aku lebih suka menutup diri dan abai pada dunia yang tanpa kamu adalah cinta
Maka ya, aku mencintaimu

Sejatinya aku tak pernah tahu apa itu cinta
Orang-orang bilang itu adalah sesuatu yang membahagiakan
Membuat seseorang menjadi lupa diri pada gravitasi
Terbuai oleh euforia kupu-kupu yang terbang di dalam perut
Tanpa pernah mereka sadar bahwa tak selamanya cinta mencipta endorfin dalam diri

Adakalanya ia datang dengan selaksa air mata
Membuat yang merasakannya menjadi ragu
Benarkah itu cinta? 
Atau ia hanya salah menduga?
Karena cinta harusnya datang dengan segala bahagia yang dibawanya
Bukan dengan kesedihan yang tak pernah ada habisnya

Ah, entahlah aku masih saja tak mengerti
Dengan perasaan yang kumiliki kini
Yang ku tahu, aku sudah sampai pada ujung lelahku
Memanggilmu yang tak akan kunjung menyahuti panggilanku
Menunggumu yang tak kunjung datang kepadaku
Mengharapkanmu yang tak pernah bisa membalas perasaanku

Aku lelah dan aku hanya ingin berhenti saja

Situbondo, 1 November 2019

#ujunglelahku
#perjalanantoplantsitubondo
#esp 

Aku, Kamu dan Langit Biru

Edit Posted by with No comments

Aku pernah berimaji duduk berdua bersamamu di hamparan rumput hijau
Kita bertukar kata, berbagi cerita sembari memandang langit biru
Membiarkan segala perasaan yg ada tetap pada tempatnya
Tidak menggebu, tidak membelengu tetapi mengikhlaskan
Bagaimanapun takdir kita nanti, kita hanya perlu berpasrah pada Tuhan
Jika Ia akan memberikan yang terbaik untuk apapun bentuk hubungan kita nantinya di masa depan

Aku pernah berangan bahwa dimanapun aku dan kamu berada, kita tidak benar-benar terpisah
Kita masih bernaung di bawah langit yang sama
Langit biru yang indah dengan kicauan burung-burung kecil di atas dedahanan pohon
Yang memberi kita kekuatan bahwa seberapa jauh jarak memisahkan kita, Tuhan akan mempertemukan kita kembali
Jika kisah kita diukir oleh-Nya di takdir yang sama

Aku pernah bermimpi bahwa kamu tengah memandang langit biru saat ini
Seperti aku yang tengah memandangnya lewat jendela kaca di dalam sebuah mobil yang melaju
Dan tanpa pernah kita tahu, Tuhan dengan magisnya akan mengantarkan tatapan kita untuk saling bertemu
Pada satu titik dimana langit biru membentang di cakrawala disitulah tatapan kita beradu

Aku pernah berharap di pagi ini sepanjang apapun perjalanan yang ku tempuh di bawah naungan langit biru
Di ujung jalan itu, aku bisa bertemu denganmu
Pertemuan yang tidak di sengaja setelah sekian lama kita terpisah.
Akankah itu nyata? Atau lagi-lagi itu hanya hayalan semata?

Lagi-lagi aku berimaji, 
Aku dan kamu di persatukan Tuhan kembali 
Di bawah naungan langit biru
Sebiru hari ini di perjalanan panjang yg akan ku lalui sampai nanti...

Pasuruan, 31 Oktober 2019

#Aku,Kamu dan Langit Biru
#esp 
#Perjalanan to Jember

Rabu, 16 Oktober 2019

Ilusi

Edit Posted by with No comments


Aku rindu, dan tak ada yang bisa ku perbuat untuk itu

Aku teringat sebuah keputusan sulit yang harus ku pilih dulu. Apakah benar untuk menghapus semua kontak denganmu ? Ataukah pilihan itu salah? Karena di saat-saat seperti sekarang ini, aku tidak tahu harus kepada siapa rindu ini ku utarakan.

Bukan karena aku takut hatiku kembali perih ketika aku melihatmu bahagia bersama dengan nya. Bukan karena aku takut kalau aku kalah, karena nyatanya tanpa menghapusmu pun aku sudah sadar bahwa aku memang kalah bahkan sebelum aku berjuang. Tapi, keputusan itu ku pilih karena itulah pilihan terbaik yang ada saat itu.

Aku takut, jika tidak ku pilih keputusan itu, aku masih saja menaruh harap kepadamu. 

Meretas resah dengan asumsi-asumsi bahwa suatu hari nanti kamu juga menatapku sama seperti ketika aku menatapmu. Meretas pilu dengan harap bahwa semua pilu dan sedihku suatu saat akan berakhir hanya dengan aku mendengar suaramu. Meretas rindu dengan angan-angan bahwa kamu akan berada tepat di hadapanku ketika aku membuka mata. 

Hingga, aku akhirnya sadar bahwa kamu tidak pernah membalas perasaanku. Kamu tidak pernah menatapku sama seperti aku menatapmu. Kamu tidak pernah ada ketika pilu itu melanda. Dan kamu tidak ada ketika aku benar-benar merindukanmu dengan sangat kesakitan seperti sekarang ini.

Aku juga sadar, bahwa nyatanya selama ini aku hidup dalam mimpi yang aku karang sendiri. Aku hidup dalam angan yang kurangkai dengan asumsi-asumsiku sendiri. 

Dan akhirnya aku sadar, bahwa aku tak boleh menaruh harap lagi kepadamu. Bahkan bayangku sendiri pada akhirnya. akan meninggalkanku dalam kegelapan. Lantas bagaimana mungkin aku menaruh harap padamu?

Kamu hanyalah ilusi yang tak akan pernah menyentuh nyata.

#Ilusi
#esp

Pasuruan, 10 Oktober 2019

Senja

Edit Posted by with No comments


Katamu, jangan menyukai senja karena ia hanya sementara. Ia hanya memberi keindahan semu. Menggiring keceriaan pada kegelapan. Dan pada akhirnya ia menghilang bersama keindahan itu. 

Tapi, aku menyukai senja, tanpa peduli katamu. Karena senja, mengantarku pada pekatnya malam. Dan aku bisa memandangmu di antara bintang-bintang.

Senja mengajarkanku arti kesabaran, bahwa untuk menikmati sesuatu yang indah tidaklah mudah. Aku harus menunggu waktu langit, hingga biru berubah menjadi hamparan jingga di antariksa.

Senja mengajarkanku, arti merelakan, bahwa setiap yang indah tidak selalu selamanya. Sama seperti kisah kita. Meski berawal dari keindahan namun berakhir tak sesuai pengharapan. Kandas di tengah jalan bahkan tanpa sempat terucapkan.

Senja mengajarkan kepadaku untuk kembali pulang. Seberapapun jauh aku terbang, pada kegelapan malamlah akhirnya aku harus tenggelam. Begitu juga dengan perasaanku, yang harus kembali ku bawa pulang ketika balasan darimu tak juga ku dapatkan.

Aku menyukai senja. Meski pagi menawarkan keceriaan dan hangatnya pelukan sang mentari. Aku tetap memilih senja meski ia pada akhirnya memelukku dengan kebekuan dan menenggelamkanku dalam kegelapan malam. 

Karena dalam gelap itu, aku bisa menemukanmu, bersembunyi di antara hamparan bintang-bintang.
Karena dalam gelap itu, aku bisa memandangmu diam-diam, tanpa perlu takut kamu abaikan.
Karena dalam gelap itu, aku bisa berbisik pada senyap untuk sehembus harap bisa bersamamu suatu saat.

Aku menyukai senja. Senja adalah tanda berakhirnya hari. Mengakhiri apa yang terjadi menjadi rangkaian cerita yang tersusun rapi. Hingga kisah itu akan menjadi kenangan di kemudian hari.

Aku menyukai senja. Bersama malam yang di bawanya aku akan meletakkanmu dalam kenang. Membiarkannya menjadi penghantar tidur atau pengisi sebuah mimpi. Hingga ketika aku bangun nanti aku akan sadar bahwa semua kisah indah kita hanyalah tipuan ilusi. Yang berakhir tanpa memiliki arti.

#senja
#esp

Pasuruan, 7 Oktober 2019

Sindrom Putri Duyung

Edit Posted by with No comments


Kamu tahu, semua wanita ingin hidupnya berakhir bahagia. Happily ever after seperti dalam cerita dongeng. Tapi, apakah mereka tahu, bahwa tidak semua cerita dongeng berakhir bahagia. Ada sebuah cerita, tentang seorang wanita yang mencintai seorang pria dengan sangat mendalam. Namun nyatanya, ia berakhir menjadi buih. Apa kamu tahu kisah itu?

Wanita itu melakukan apa saja demi seorang lelaki yang dicintainya. Ia bahkan rela menukarkan jiwanya demi lelaki itu. Ia memilih kebisuan demi kaki agar bisa melihat lelaki yang di cintainya. Ia rela menjadi bodoh hanya untuk bisa memandang lelaki itu setiap harinya, walau lelaki itu tidak menatapnya dengan cara yang sama seperti cara ia menatapnya.

Hingga suatu ketika, ia tetap memilih untuk menyakiti dirinya sendiri daripada orang yang dicintainya. Ia memilih menjadi buih dan menghilang tiba-tiba dari sisi lelaki itu ketika cintanya tak berbalas. Bukan, bukan tanda bahwa ia menyerah. Tapi itu adalah pilihan terbaik yg bisa dipilihnya. Daripada menyakiti lelaki yg dicintainya. Ia memilih berakhir menjadi buih.

Dan belajar dari kisah itu, akupun sadar bahwa pilihan terbaik yang bisa ku pilih juga pergi. Merelakan dan mengikhlaskan semua perasaan itu dan tetap menyimpannya dalam kebisuan. Hingga perasaan itu akan menjadi buih dan menghilang tiba-tiba.

Sindrom putri duyung, seperti itulah akhirnya kisah cintaku. Berakhir tanpa balasanmu dan menghilang bagai buih...

Aku yang telah lenyap dari sisimu....

#sindrom putri duyung
#esp

Pasuruan, 7 Oktober 2019

Renjana

Edit Posted by with No comments

Sama seperti ketika kita bermain basket. Tidak semua bola yang kita lempar masuk ke dalam ring. Begitupula dengan perasaan. Tidak semua perasaan mendapat balasan.

Saya akhirnya sadar, bahwa saya harus bisa merelakan. Mengikhlaskan perasaan saya, hanya dimiliki diri saya sendiri. Tidak tersentuh atau berbalas olehmu.

Saya akhirnya sadar, bahwa mungkin bahagiamu bukan denganku. Membunuh mati perasaan saya, adalah satu hal yang saya percayai bahwa itulah jalan terbaik yang harus saya pilih. Karena seperti di awal bahwa setiap perasaan tidak selalu mendapatkan balasan seperti yang kita inginkan.

Saya akhirnya sadar, jika kamu benar cinta saya kamu tidak akan mempermainkan hati saya. Kamu akan berusaha untuk menjadikan saya wanita yang istimewa. Yang akan kamu bacakan namanya di akad suci nanti sebagai janji suci sehidup semati.

Saya akhirnya sadar, jika kamu memang menganggap saya berarti. Kamu tidak akan membiarkan diri saya tersakiti oleh sikapmu yang susah untuk dipahami. Yang membuat saya selalu menduga-duga bahwa kamu juga memiliki perasaan yang sama.

Saya akhirnya sadar, bahwa kamu mungkin bukan diciptakan Tuhan untuk saya. Saya harus melepasmu meski harus bersusah payah dan tertatih-tatih. Biarlah perasaan ini menjadi renjana hingga waktu perlahan-lahan kan menghapusnya pergi

#renjana
#esp

Pasuruan, 6 Oktober 2019